Data Jadi Aset Strategis, Kunci Mewujudkan Rumah Sakit Cerdas
- Rita Puspita Sari
- •
- 17 jam yang lalu
Dony Prasetyo, Data Governance Expert dari Asosiasi Manajemen Data Indonesia
Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia terus menunjukkan akselerasi. Penerapan rekam medis elektronik (RME), integrasi sistem layanan kesehatan nasional, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi agenda utama banyak rumah sakit. Namun di balik berbagai inovasi teknologi tersebut, ada satu fondasi krusial yang kerap luput dari perhatian, yakni pengelolaan data yang matang dan terstruktur.
Dalam acara Smart Hospital Leadership Summit 2026 yang digelar pada tanggal 28 Januari 2026 salah satu narasumber, Dony Prasetyo, Data Governance Expert dari Asosiasi Manajemen Data Indonesia, menegaskan bahwa data harus dipandang sebagai aset strategis untuk mewujudkan rumah sakit cerdas dan terintegrasi.
“Transformasi digital kesehatan tidak bisa hanya berbicara soal aplikasi atau AI. Tanpa manajemen data yang baik, semua teknologi itu tidak akan menghasilkan dampak yang maksimal,” ujar Dony dalam paparannya.
Tantangan Klasik: Data Tidak Lengkap dan Tidak Konsisten
Menurut Dony, tantangan terbesar yang dihadapi rumah sakit saat ini masih berkutat pada kualitas data. Masih sering ditemukan data yang kosong, tidak lengkap, atau tidak konsisten antar sistem. Contohnya, data alamat pasien yang berbeda-beda di beberapa aplikasi internal rumah sakit, sehingga membutuhkan validasi ulang dan memperlambat proses layanan.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga pada pengambilan keputusan klinis dan manajerial. Data yang tidak akurat berisiko menghasilkan analisis yang keliru, termasuk saat digunakan untuk Clinical Decision Support (CDS).
“Data adalah pondasi. Kita perlu duduk bersama untuk melihat aktivitas mana saja yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan melalui pengelolaan data yang benar,” jelas Dony.
Peran Data Management dalam Transformasi Rumah Sakit
Melalui pendekatan data management yang berbasis framework dan standar internasional, rumah sakit dapat memperoleh nilai tambah yang signifikan. Pengelolaan data tidak hanya berfokus pada penyimpanan, tetapi juga pada tata kelola, kualitas, keamanan, hingga pemanfaatannya untuk kebutuhan bisnis dan layanan kesehatan.
Dony menjelaskan bahwa praktik data management yang diterapkan DAMA Indonesia mengacu pada standar global. Artinya, rumah sakit perlu melakukan peningkatan atau adopsi agar selaras dengan praktik terbaik internasional.
Jika pengelolaan data dijalankan dengan baik, manfaat yang diperoleh pun sangat luas. Salah satunya adalah tersedianya data yang valid dan dapat diandalkan, sehingga sistem CDS dapat memberikan rekomendasi yang akurat berdasarkan diagnosis ICD-10, data alergi, dan hasil laboratorium yang konsisten.
Selain itu, kepemilikan data yang jelas juga menjadi kunci. Dengan adanya data owner dan penanggung jawab pada setiap domain data—seperti pasien, perawatan, diagnostik, farmasi, hingga keuangan—rumah sakit dapat lebih cepat dan adaptif dalam menangani isu atau sengketa data.
Mendukung Interoperabilitas dan Standarisasi
Aspek penting lainnya adalah konsistensi dan standarisasi data. Standar data yang seragam memudahkan integrasi antar sistem internal maupun eksternal. Dalam konteks nasional, interoperabilitas dengan platform Satu Sehat membutuhkan penggunaan protokol standar seperti HL7 FHIR agar pertukaran data dapat berjalan lancar dan aman.
Data management juga memungkinkan rumah sakit memiliki transparansi dan jejak data yang jelas. Perjalanan data dapat ditelusuri dari sumber hingga output akhir, termasuk siapa saja pihak yang mengelola, menggunakan, dan bertanggung jawab atas data tersebut.
Tidak kalah penting, data yang terkelola dengan baik akan lebih mudah diakses dan siap digunakan. Informasi seperti jadwal dokter, ketersediaan kamar, dan stok obat dapat disajikan secara real-time kepada tenaga medis dan manajemen sebagai produk data yang siap dikonsumsi.
Keamanan dan Regulasi Jadi Perhatian Utama
Dalam era digital, isu privasi dan keamanan data menjadi sorotan. Dony menekankan bahwa data kesehatan merupakan data sensitif yang harus dilindungi secara ketat. Rumah sakit perlu menerapkan klasifikasi data, penandaan (tagging), pengaturan lokasi penyimpanan, hingga kontrol akses berbasis peran atau Role-Based Access Control (RBAC).
Regulasi juga menjadi landasan penting. PMK No. 24 Tahun 2022 mengatur penggunaan rekam medis elektronik dan menegaskan bahwa data yang diolah dan digunakan harus memiliki tata kelola yang jelas, termasuk kepatuhan terhadap aturan perlindungan data pribadi.

AI Governance, Lebih dari Sekadar Kebijakan
Pemanfaatan AI di rumah sakit memunculkan kebutuhan baru, yakni AI governance. Menurut Dony, tata kelola AI sering disalahpahami sebagai sekadar kebijakan panjang atau pembatasan penggunaan teknologi. Padahal, AI governance yang efektif justru berfokus pada pemantauan kinerja AI di dunia nyata, penerapan kontrol sederhana, serta memastikan adanya intervensi manusia bila diperlukan.
AI governance juga menuntut kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas setiap sistem AI, bagaimana hasilnya digunakan, dan kepada siapa output tersebut ditujukan. Tujuannya adalah memastikan AI bekerja secara aman, adil, legal, dan sesuai dengan tujuan awal.
Menuju Smart Hospital Berbasis Data
Untuk mencapai smart hospital, Dony memaparkan tahapan tata kelola data, mulai dari foundational data management, peningkatan kualitas data, kebijakan dan standar, kepemilikan data, hingga pengembangan data sebagai produk yang dapat dikonsumsi untuk analitik prediktif dan pengambilan keputusan bisnis.
Sebagai penutup, Dony menegaskan bahwa DAMA Indonesia tidak hanya berfokus pada pengelolaan data, tetapi juga pada bagaimana data digunakan dan dikonsumsi, termasuk untuk AI. Dengan data yang dikelola secara baik, rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, dan daya saing di era digital.
“Data yang dikelola dengan benar akan menjadi penggerak utama transformasi rumah sakit menuju layanan yang lebih cerdas dan terintegrasi,” pungkasnya.
